Page

Tampilkan postingan dengan label arkeolog. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label arkeolog. Tampilkan semua postingan

Rabu, 09 Mei 2012

George Cœdès


George Cœdès

George Cœdès (lahir di Paris10 Agustus 1886 – meninggal di Paris, 2 Oktober 1969 pada umur 83 tahun) adalah arkeolog dan sejarawan Perancis abad ke-20 yang mengkhususkan diri di wilayahAsia Tenggara. Cœdès lahir dari keluarga yang diduga emigran Yahudi-Hongaria.[1] Kenyataannya, keluarganya sudah tinggal di Strasbourg sebelum tahun 1740Leluhurnya bekerja di kas kerajaan[2].Kakeknya, Louis Eugène Cœdès, adalah pelukismurid dari Léon CoignetAyahnya, Hyppolite, adalah bankir. Cœdès menjadi direktur Perpustakaan Nasional Thailand pada tahun 1918, dan pada tahun 1929 menjadi direktur École française d'Extrême-Orient (EFEO) dan tetap di sana sampai tahun 1946. Lalu ia tinggal di Paris sampai saat kematiannya pada tahun 1969.
Ia menghasilkan dua karya tulis dalam bidangnya, The Indianized States of Southeast Asia (19681975) dan The Making of South East Asia (1966), juga banyak artikel, yang di dalamnya ia mengembangkan konsep kerajaan terindianisasi. Namun demikian, kesepakatan masa kini beranggapan bahwa tidak terjadi indianisasi yang penuh sebagaimana yang dipercaya Cœdès karena banyak praktik keagamaan dan budaya setempat yang masih tetap hidup di bawah "topeng" budaya India.
Georges Cœdès dihargai dalam dunia arkeologi atas penemuan kembali Kerajaan Sriwijaya yang berpusat di PalembangIndonesia, yang melebarkan pengaruh sampai seantero Sumatera,Semenanjung Malaya, dan Jawa. Warga Indonesia, termasuk di Palembang, tak pernah mendengar nama Sriwijaya hingga Cœdès menerbitkan penemuan dan penafsirannya dalam publikasiberbahasa Belanda dan Indonesia.[3]. Meskipun begitu, di antara kaum elit terdidik dan juga bangsawan, sejarah kerajaan yang datang silih berganti dan nasibnya amat dikenal.[4

Penghargaan

Cœdès menerima penghargaan kerajaan dari Thailand:

Karya

  • Textes d'auteurs grecs et latins relatifs à l'Extrême-Orient depuis le IVe s. av. J.-C. jusqu'au XIVe siècle1910
  • Études cambodgiennes1911-1956
  • Documents sur l'histoire politique et religieuse du Laos occidental1925
  • Le Royaume de Çrīvijaya, 1918
  • Inscriptions du Cambodge1937-1966
  • Les stèles de Sdok Kok Thom, Phnom Sandak et Prah Vihar1943-1946
  • Pour mieux comprendre Angkor1943
  • Histoire ancienne des États hindouisés d'Extrême-Orient1944
  • Les Etats hindouisés d'Indochine et d'Indonésie1948
  • Les Peuples de la péninsule indochinoise1962

Howard Carter


Howard Carter

Howard Carter
Howard Carter
Howard Carter
Lahir9 Mei 1874
Kensington, London
Meninggal2 Maret 1939 (umur 64)
Kensington, London
Warga negaraBritish
BidangArchaeologist and Egyptologist
Dikenal atasPenemuan makam Tutankhamun
Howard Carter (9 Mei 1874 – 2 Maret 1939) adalah seorang arkeolog Inggris dan Egyptologist, yang terkenal karena menemukan makamTutankhamun.[1]

Awal karir



Howard Carter lahir di London, Inggris, anak dari Samuel Carter, seorang seniman terampil, yang melatihnya untuk menjadi seniman, dan Martha Joyce (Sands) Carter.
Pada tahun 1891, pada usia 17, ia yang telah menjadi seniman muda berbakat, dikirim oleh Egypt Exploration Fund untuk membantu Percy Newberrydalam penggalian dan merekam Middle Kingdom di makam Beni Hasan. Bahkan pada usia muda ia sangat inovatif dalam meningkatkan metode menyalin dekorasi makam. Pada 1892 ia bekerja di bawah pengawasan Flinders Petrie selama satu musim di Amarna, ibukota yang didirikan oleh FiraunAkhenaten. Pada 1894-1899 Ia kemudian bekerja dengan Édouard Naville di Deir el-Bahari, untuk merekam dinding relief di Candi Hatshepsut.
Pada tahun 1899, Carter diangkat sebagai Kepala Inspektur Pertama Egyptian Antiquities Service (EAS). Ia mengawasi sejumlah penggalian di Thebes (sekarang dikenal sebagai Luxor) sebelum ia dipindahkan pada tahun 1904 untuk Inspektorat Mesir Hilir. Carter mundur dari Dinas Kepurbakalaan tahun 1905 setelah adanya penyelidikan atas sebuah perselisihan (dikenal sebagai Saqqara Affair ) antara penjaga situs Mesir dengan sekelompok turis Perancis di mana ia berpihak pada personil Mesir. [2]